Satukg produk amoniumsulfat membutuhkan 0,25 kg amonia, 0,334 kg karbon dioksida, dan 1,32 kgkalsium sulfat serta menghasilkan limbah cair sebanyak 0,75 kg. Pabrik ini akandidirikan di kawasan industri kabupaten Gresik, Jawa Timur.Amonium sulfat dengan proses Merseburg dilakukan dengan mereaksikanamonium karbonat dengan gipsum. Berapakerja yang dilakukan bila: a. Lantai licin, b. Koefisien gesek kinetisnya 0,2. Balok bermassa 20 kg dinaikkan dari dasar ke puncak bidang miring yang panjangnya 5 m, dan ketinggiannya 4 m. Bila permukaan licin berapa usaha yang dilakukan oleh sebuah gaya yang sejajar dengan bidang miring agar balok bergerak dengan kecepatan konstan. 1 apa saja alat alat laboratorium yang digunakan untuk melakukan hal hal dibawah ini a. mengukur volume air sebanyak 25ml b. memanaskan air c. mengukur suhu air setelah dipanaskan d. mencampur bahan kimia dalam jumlah sedikit e. mengambil garam untuk di timbang sebelum digunakan f. mengaduk garam agar dapat larut dalam air 2. bandingkanlah alat alat laboratorium berikut ini dengan menyebutkan persamaan dan perbedaannya a. hatang pengaduk dengan spatula b. gelas kimia dengan tabu elenyer c Besarnyausaha yang dilakukan oleh gaya sebesar 10 N untuk memindahkan benda sejauh 4 m, jika arah gaya tegak lurus dengan arah perpindahan adalah . A. 0. B. 2 J. Satu kWh adalah usaha yang dilakukan dengan laju tetap sebesar 1 kilo Watt selama satu jam. Contoh Soal: 1. Seorang atlet melontarkan bola tolak peluru bermassa 4,2 kg dengan KONTANCO.ID - JAKARTA. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Bumitama Gunajaya Agro (PT BGA) dengan denda sebesar Rp 3 miliar. Hal itu karena PT BGA melakukan keterlambatan Liputan6com, Jakarta Maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia mengklaim berhasil turunkan nilai kerugian. Penekanannya mencapai 42 persen pada Kuartal I 2022. Pada periode tersebut Garuda Indonesia secara grup mencatatkan penurunan realisasi rugi hingga USD 224,14 juta. Angka ini menyusut 42 persen dibandingkan dengan kuartal I tahun 2021 sebesar USD 385,36 juta. sabMw. Pria berkumis tipis itu memiliki prinsip dalam berusaha yang selalu dia pegang yakni kejujuran. Sering kali orang yang pesan kepadanya, selalu membawa barang terlebih dahulu dan membayar di kemudian hari. Ada pula yang mengutang terlebih dahulu. Hal semacam itu bagi Angga tidak menjadi masalah, malah baginya hal itu bisa meningkatkan kepercayaan dalam dunia usahanya. “Bagi saya harus jujur dalam menjalakan usaha,” katanya. ed/andDi tengah pandemi Covid-19, dituntut kreatif agar usaha tetap produktif. Seperti yang dilakukan Angga Andiva Febriyansyah. Pemuda asal Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, ini memanfaatkan goni bekas, diolah kembali menjadi berbagai macam seperti tas dan dompet. Bahkan, dia meraup untung hingga belasan juta. Kejujuran adalah nomor satu dalam menjalankan banyak orang tidak percaya ada pemuda berumur 19 tahun sudah bisa menghasilkan belasan juta dari barang yang bekas. Namun, itu memang benar adanya. Seperti Angga Andiva Febriyansyah yang membuka peluang dari goni bekas tidak terpakai di pasar menjadi tas dan dompet, yang tak kalah saing dengan produk lainya. Karena keuletan dan keyakinannya dalam usaha yang selama ini dijalankannya, akhirnya membuahkan hasil yang tidak sia-sia. Bahkan selama pademi Covid-19, masih banyak permintaan yang sapaan akrabnya mengatakan, selama pandemi Covid-19 masih banyak permintaan dari kota-kota yang menjadi sasarannya, seperti Malang, Bali, dan Jogjakarta. Dalam minggu ini saja dia harus segera memproduksi permintaan seperti tas dan dompet dari goni. Tak tanggung-tanggung, untuk sekali pengiriman dia bisa mengirim 25 lusin dengan isi 14 buah. “Ini masih menunggu bahan goni karena sudah ada permintaan barang yang masuk,” tas dan dompet dari goni ini sudah dilakukan sejak dia masih menjadi santri di salah satu pondok pesantren. Pria dua bersaudara itu menceritakan bagaimana awal mula berkecimpung dalam usaha goni tersebut. Saat itu dia dan ketiga temannya melihat goni sisa bawang merah terbuang sia-sia. Dari situ muncul ide untuk mengolah kembali gonu bekas menjadi tas dan dompet. “Untungnya pada waktu itu kami bisa menjahit meski tidak profesional. Setelah jadi, banyak santri yang tertarik untuk dibuatkan tas dari goni,” terangnya. Hampir dua tahun membuat tas dan dompet dari goni bekas di pondok, pihaknya berani memasarkan ke luar dari pondok. Alasannya, masih ragu dengan hasil karya tas dan dompet goni miliknya. Namun setelah keluar dari pondok, karena harus terpisah dengan tiga temannya di awal menciptakan tas dan dompet dari goni, akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan usaha sendiri. “Setelah saya sendiri yang memegang produksi dan pemasaran, akhirnya saya memberanikan diri untuk memasakan keluar. Alhasil, produk saya bisa mencapai Jogjakarta, Bali, dan Malang,” ujar ramah itu mengungkapkan, dari goni bekas tersebut dia sudah mendapatkan sekitar Rp 12 juta tiap bulanya. Namun karena kualitas goni bekas di pasaran tidak bisa dikontrol, terkadang dia harus mengalahi untuk membeli goni meteran. Meskipun secara estetika lebih bagus menggunakan goni bekas. “Mau tidak mau terkadang harus membeli goni meteran karena goni bekas di pasaran terkadang robek di tengah yang akhirnya tidak bisa digunakan,” Angga sudah memiliki dua penjahit untuk memproduksi tas, tote bag, dan dompet dari goni bekas. Dari situlah dia bisa menerima pesanan berbagai macam model kerjainan dari goni bekas sesuai keinginan pemesan. “Bisa dipastikan, hampir setiap 2,5 bulan pasti mengirim pesanan keluar daerah,” paparnya. * JAKARTA, - Henry Indraguna, kuasa hukum Faqih Alamsyah, korban penganiyaan yang diduga dilakukan oleh artis peran Dimas Anggara mengatakan bahwa kliennya dan Dimas terlibat permasalahan bisnis. "Kejadian ini antara klien kami Fiqih dan artis DA Dimas Anggara ini sebenernya hanya permasalahan bisnis saja," kata Henry saat ditemui berdama Fiqih di Kapolsek Metro Cilandak, Jakarta Selatan, Senin 26/2/2018. Dimas diketahui menyewa rumah toko milik Fiqih, untuk dijadikan tempat usaha kulinernya. Namun, mereka justru terlibat perdebatan soal menu makanan hingga menimbulkan kesalahpahaman. "Mereka ada debat sedikit masalah menu saja. Menu itu dikatakan Mas Fiqih, ini mengatakan dengan jelas bahwa batas terakhirnya itu tanggal 31 januari 2018 dan ternyata DA itu memberikan lagi menu baru. Nah karena itu terjadilah kesalahpahaman," jelasnya. Baca juga Dimas Anggara Diduga Lakukan Penganiayaan, Korban Alami Luka Lecet Dalam perdebatan itu, Fiqih dituding melakukan hal yang kurang sopan terhadap seseorang yang disebut opa dan oma. Meski membantah hal itu, Fiqih tetap meminta maaf kepada Dimas. "Kami melihat di kejadian dari saksi-saksi tidak ada kurang ajar dengan opa omanya, tapi karena ditekan akhirnya timnya Mas Fiqih ini meminta maaf," ucap Henry. Henry mengatakan bahwa Dimas diduga telah melakukan penganiayaan terhadap manajer Fiqih. "Tapi ternyata maaf itu tidak cukup, jadi ditekan terus sampai akhirnya ada manajer Mas Fiqih yang dijedotin kepalanya sampai bengkak," ujarnya. Dimas Anggara dilaporkan ke Polsek Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu 24/2/2018 lalu atas dugaan penganiayaan atas rekan bisnisnya, Fiqih Alamsyah. Penyidik akan segera memanggil artis peran Dimas Anggara dan beberapa saksi atas laporan dugaan tindak kekerasan kepada Fiqih Alamsyah. Baca juga Polisi Akan Panggil Dimas Anggara dan Saksi Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

usaha yang dilakukan angga dan dimas sebesar